Jakarta, PMII.ID-Korps PMII Puteri (KOPRI) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Bidang Politik Hukum dan HAM (POLHUKAM) dengan dukungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengelar diskusi terfokus dengan tema "Upaya meningkatan kapasitas perempuan pemantau Pemilu di era demokrasi digital". Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat literasi di bidang pemantau kepemiluan.
Dalam sambutan singkat yang disampaikan oleh ketua umum KOPRI PB PMII Maya Muizatil Lutfilah bahwa, FGD ini merupakan bentuk sinergitas Kopri dan BAWASLU dalam budaya literasi pemantau pemilu di tubuh KOPRI sebagai organisasi perempuan yang konsen terhadap isu-isu perempuan seperti, kuota 30% untuk perempuan dan keadilan pemilu berbasis Gender.
Forum ini juga merupakan ajang konsolidasi Nasional bagi KOPRI bahwa pentingnya peran perempuan dalam pemilu di era digitalisasi tegas Maya dalam sambutanya di Hotel Holiday Inn & Suites Jakarta pada Selasa (18/10).
Ketua Bidang Politik Hukum dan HAM (POLHUKAM) Kopri PB PMII menyampaikan bahwa pasca dari forum ini akan ada forum-forum selanjutnya yang berfokus pada isu kepemiluan. Seluruh sahabat-sahabat KOPRI yang tersebar di seluruh kabupaten kota yang ada di Indonesia dengan jumlah 230 cabang dan 28 PKC akan digerakan menjadi pemantau pemilu untuk menjaga ketertiban pesta demokrasi di tahun politik 2024 nanti.