pmii.id, Banggai - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyatakan kesiapannya membangun jembatan di Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, guna melepaskan para pelajar dari bahaya menyeberangi sungai demi bersekolah, sebuah langkah yang mendapat dorongan percepatan dari PMII Banggai.
Rencana pembangunan jembatan tersebut mengemuka setelah kondisi para pelajar yang harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai menuju sekolah menjadi perhatian publik. Menyikapi situasi tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyatakan kesiapannya untuk menggunakan dana pribadi guna membantu pembangunan infrastruktur penyeberangan di wilayah tersebut.
Langkah Gubernur Sulteng itu mendapat apresiasi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Banggai. Menurut Ketua Cabang PMII Banggai, Muhamad Rajab, respons cepat pemerintah provinsi menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat dan pelajar di Masungkang. Namun, ia menegaskan pentingnya kepastian realisasi di lapangan. "Kami mengapresiasi respons cepat Gubernur Sulawesi Tengah yang menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat dan para pelajar di Masungkang. Yang paling penting saat ini adalah percepatan realisasi di lapangan agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat segera teratasi. Keselamatan pelajar tidak boleh menunggu," ujar Muhamad Rajab.
Selain mendorong komitmen pemerintah provinsi, PMII Banggai meminta Pemerintah Kabupaten Banggai untuk mengambil peran aktif. Sekretaris Cabang PMII Banggai, Aditya Lasadam, menegaskan bahwa Pemkab Banggai memegang posisi strategis karena memiliki kedekatan langsung dengan kebutuhan warga lokal. "Kami berharap Pemerintah Kabupaten Banggai dapat mengambil langkah aktif dalam mengawal dan mendukung proses pembangunan jembatan ini. Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banggai sangat diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat segera terjawab dan pembangunan dapat berjalan lebih cepat," kata Aditya Lasadam.
Akses jalan dan penyeberangan yang terbatas di Desa Masungkang diketahui telah berlangsung lama dan membatasi mobilitas warga setempat. Muhamad Rajab menambahkan bahwa masyarakat membutuhkan tindakan nyata agar keselamatan para siswa tidak terus terancam. "Masyarakat Masungkang sudah terlalu lama menghadapi keterbatasan akses. Saat ini yang dibutuhkan adalah tindakan nyata dan percepatan pembangunan agar tidak ada lagi pelajar yang harus mempertaruhkan keselamatannya untuk mendapatkan pendidikan," tutup Muhamad Rajab.
Hingga saat ini, masyarakat Masungkang beserta PMII Banggai menunggu langkah konkret lanjutan serta koordinasi teknis antara Pemprov Sulteng dan Pemkab Banggai untuk memastikan proyek pembangunan jembatan tersebut segera dimulai.