Hadiri Undangan Ketua MPR, Gus Abe Soroti Krisis Ekonomi Pasca Pandemi hinggai Dana Abadi Pendidikan

Jakarta, PB PMII-Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Muhammad Abdullah Syukri berkesempatan memaparkan saran dan masukannya saat silaturahim dengan Ketua Majlis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo, Rabu (12/01/2022) kemarin. Dalam kesempatan itu, Gus Abe, sapaan akrab Muhammad Abdullah Syukri menyoroti banyak hal; diantaranya mengenai krisis ekonomi pasca pandemi, agenda Presidensi G20, aturan dana abadi Pendidikan, dan isu demokrasi.

Menurut Gus Abe, tahun 2021 hampir seluruh negara di dunia mendapat tantangan yang begitu berat yakni Covid-19. Hal ini berdampak terhadap daya resiliensi negara yang semakin melemah, bahkan kasus Covid-19 semakin hari semakin meningkat. Lebih jauh, secara perlahan bangsa Indonesia berhasil menghadapi tantangan tersebut dengan baik dan secara perlahan ke luar dari ancaman krisis.

Selain itu, terkait dengan Presidensi G20, Indonesia harus optimis menyambut momentum Presidensi G20. “Penunjukkan Indonesia sebagai Presidensi G20 membuktikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi Indonesia terhadap krisis ekonomi di tengah pandemi,” ujarnya.

Gus Abe menuturkan, kesempatan itu merupakan momentum bagi Indonesia untuk unjuk gigi memimpin pemulihan ekonomi dunia. Lebih dari itu, sekaligus menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan negara maju dalam manajemen dan peningkatan ekonomi.

Ia juga menambahkan bahwa PB PMII akan bersatu, gotong royong, bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk melakukan mitigasi lonjakan COVID. Jika COVID-19 terkendali, tidak menutup kemungkinan ekonomi Indonesia akan mengalami tren positif.

“Maka dari itu, arahan Presiden Joko Widodo terkait kesehatan menjadi hal yang patut dipikirkan. Hal utama yang akan dilakukan adalah memastikan distribusi vaksin COVID-19 secara merata. PMII menjadi garda terdepan bersama Kapolri untuk memastikan distribusi vaksin agar tepat sasaran dan merata,” ujarnya.

“PMII akan senantiasa berkomitmen membantu pemerintah untuk memastikan vaksinasi dapat mencapai target yang diharapkan, terlebih hal ini sudah dilakukan sejak tahun 2021 lalu. Apabila COVID-19 ini terkendali, jelas ekonomi Indonesia akan mengalami tren positif dan kepercayaan dunia akan semakin meningkat,” tambah Abdullah Syukri

Terkait dana abadi Pendidikan, Ketua Umum PB PMII ini memberikan apresiasi besar kepada Presiden Joko Widodo. “Kami PB PMII sangat mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang telah merevisi aturan dana abadi pendidikan yang saat ini mencakup soal penggunaan dana abadi pondok pesantren,” terangnya.

“Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kami para santri. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk membuktikan bahwa PMII dan pesantren akan berkomitmen mencetak santri-santri yang inovatif,” ujarnya.

Pada akhir paparan, Gus Abe menyoroti isu tiga periode jabatan presiden yang sedang menjadi perbincangan publik dalam beberapa hari ini. “Tahun 2022 menjadi momentum awal tahun politik dengan dimulainya banyak hal, seperti mengawal proses rekrutmen penyelenggara Pemilu. Kami mendorong DPR RI pada proses fit and proper test untuk memperhatikan aspek representasi kelompok dan keberimbangan,” kata Abe.“

Artinya, harus berimbang antara kelompok NU, Muhammadiyah, nasionalis dan kelompok perempuan sehingga tercipta prinsip adil dan setara dalam kelembagaan Pemilu,” imbuhnya.Selain itu, pihaknya menolak dengan tegas isu amandemen UUD 1945 dan perpanjangan periode jabatan presiden.


 “Jangan sampai pandemi COVID-19 dapat menjadi presiden atas kebangkitan otoritarianisme,” sambung Abe. Alumni Universitas Brawijaya tersebut juga menambahkan bahwa PB PMII akan terus perkuat komunikasi dengan diaspora kader PMII di berbagai bidang yang berkaitan dengan politik.“PB PMII juga berkomitmen untuk memperkuat kelembagaan partai politik dengan membangun komunikasi aktif dengan diaspora kader PMII di berbagai bidang yang berkaitan dengan politik,” ujarnya.


Atas nama PB PMII, pihaknya juga mendorong ambang batas parlemen tetap 4% karena dinilai rasional dan menyehatkan kehidupan parpol serta demokrasi di Indonesia. Tidak hanya itu, PB PMII dengan tegas menolak amandemen UUD 1945 dan perpanjangan periode jabatan presiden karena dapat merusak marwah demokrasi.

Selanjutnya, Abdullah Syukri mengungkapkan bahwa tahun 2022 adalah tahun pembuktian bagi seluruh masyarakat. Pembuktian bahwa Indonesia memiliki daya resiliensi yang tinggi untuk menghadapi COVID-19.

“Tahun 2022 adalah tahun pembuktian. Mari kita gotong royong bersama-sama untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu untuk maju dan mendunia” tutup Abdullah Syukri.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *