Jakarta, PMII.ID – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) meluncurkan buku berjudul Ekoteologi ala PMII dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 di Gedung RRI, Jakarta, Sabtu (25/4/2026). Karya literasi ini dirancang sebagai panduan bagi kader dalam merespons krisis ekologis global melalui pendekatan spiritual dan intelektual.
Buku tersebut ditulis secara kolaboratif oleh Ketua Umum PB PMII M. Shofiyulloh Cokro bersama dua penulis lainnya, Khasan Ali dan Acep Jamaludin. Peluncuran ini dilakukan di hadapan sejumlah tokoh nasional dan ratusan kader sebagai bagian dari agenda refleksi peran strategis organisasi dalam menjawab tantangan zaman, khususnya di bidang lingkungan hidup.
Dalam pemaparannya, tim penulis menjelaskan bahwa Ekoteologi ala PMII lahir dari kegelisahan terhadap fenomena perubahan zaman, seperti polusi udara dan kelangkaan sumber daya air. Buku ini berupaya membedah kembali hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam. Penulis menekankan bahwa krisis lingkungan saat ini sangat berkaitan erat dengan cara manusia memandang kehidupan dan menjalankan keyakinannya.
Buku ini menelusuri kembali konsep-konsep fundamental dalam ajaran Islam yang dikontekstualisasikan dengan isu lingkungan saat ini. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi redefinisi konsep khalifah sebagai tanggung jawab menjaga kehidupan, makna amanah sebagai kesadaran lintas generasi, serta prinsip mizan atau keseimbangan yang mengikat seluruh ciptaan. Penulis memposisikan alam sebagai bagian dari kesadaran spiritual manusia.
Lebih lanjut, karya ini merangkum tradisi intelektual PMII yang menggabungkan refleksi filosofis dengan kesadaran kritis. Pemikiran yang disusun dalam buku ini tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi diarahkan pada perubahan gaya hidup yang selaras dengan keberlanjutan. Setiap bab disusun untuk memandu pembaca memahami akar krisis ekologis sekaligus membaca ulang ajaran agama dalam konteks realitas hari ini.
Sebagai sebuah manifesto intelektual, buku ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa iman memiliki dimensi yang menyentuh kelestarian bumi. Penulis menegaskan bahwa merawat lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab manusia, dan masa depan kehidupan sangat bergantung pada cara manusia memahami serta menjaga ekosistem pada masa sekarang.
Kegiatan peluncuran buku ini menjadi penutup dari rangkaian diskusi strategis pada peringatan Harlah tersebut. Setelah peluncuran di tingkat pusat, buku Ekoteologi ala PMII rencananya akan didistribusikan ke berbagai cabang organisasi di seluruh Indonesia sebagai bahan bacaan wajib untuk memperkuat literasi ekologi bagi para kader di daerah.