Obituari Kang Budi, 'Abah' PMII Itu Telah Berpulang

Tulungagung, PB PMII - Kabar meninggalnya Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PB PMII Budi Syahbudin menyisakan pilu mendalam bagi  kader-kader PMII di seluruh Indonesia tidak terkecuali bagi Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri. Kang Budi memang cukup dekat dengan kader, bak orang tua dan anak-anaknya.

Pria akrab disapa Gus Abe itu menyampaikan belasungkawa atas kepergian Kang Budi. Menurutnya, Kang Budi adalah sosok alumni yang patut menjadi teladan kader PMII di seluruh Tanah Air. 

Baginya, Kang Budi adalah sosok senior yang ikhlas, dan selalu membukakan pintu rumahnya bagi kader-kader PMII. Pelajaran berharga dari sosok Kang Budi adalah tak harus menunggu menjadi pejabat untuk bermanfaat bagi semua orang. 

Gus Abe mengisahkan, belum lama sebelum almarhum pergi ke pangkuan yang Maha kuasa, Kang Budi sempat bercerita soal alasannya tak kunjung membeli Rumah. Obrolan singkat itu membuat Gus Abe terenyuh.

"Tum, saya sebetulnya bisa beli rumah, tapi ya cukup seharga yang di Bekasi atau Bogor saja. Tapi saya enggak mau. Nanti saya jauh dari kader-kader. Mending saya ngontrak di Jakarta dekat PB. Kader-kader jadi bisa istirahat dan makan di Rumah Saya," kata Gus Abe menirukan ucapan almarhum Kang Budi.

Gus Abe menambahkan, seluruh hidup Kang Budi diwakafkan untuk PMII. Puncak kaderisasi adalah ikhlas sebagaimana yang diajarkan Kang Budi kepada kader-kader PMII.

"Kang Budi, seluruh hidupnya untuk PMII. Puncak kaderisasi adalah ikhlas, seperti Kang Budi ajarkan kepada kita. Tidak melalui ruang kaderisasi formal tetapi laku lampahnya adalah wujud kaderisasi," tutupnya.

Diketahui, Kang Budi meninggal dunia karena kecelakaan di sela-sela mengikuti kegiatan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) PMII di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (18/11/2022) malam. Ribuan peserta Muspimnas PMII ikut menyalatkan jenazah almarhum di Masjid UIN Sayyid Ali Rahmatullah. 

Setelah disalatkan, jenazah almarhum langsung diterbangkan ke Jakarta dan disalatkan untuk kedua kalinya, di Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Berikutnya, jenazah almarhum akan dibawa ke tempat kelahiran di Garut, Jawa Barat untuk dimakamkan.

9 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *