PB PMII Ajak UMKM Perikanan Gunakan Digital Marketing

Jakarta - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengajak pelaku UMKM sektor perikanan menggunakan sistem digital dalam memasarkan produknya. Hal tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan pendepatan pelaku UMKM itu sendiri.

Sekretaris Jenderal PB PMII, Muhammad Rafsanjani, mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi perikanan yang luar biasa. Namun pengelolaannya perlu dioptimalkan. Termasuk sistem pemasaran, sudah seharusnya menggunakan platform digital.

"Salah satu konsen yang harus dipertajam dalam pengelolaan sumber daya maritim adalah pemasarannya. Sudah seharusnya menggunakan sistem digital," kata Rafsan dalam Webinar Strategi Pemasaran Produk UMKM Perikanan Melalui Platform Digital yang digelar PB PMII, Minggu (17/10).

Dia juga menyinggung terkait pengelolaan produk perikanan yang masih dijual mentah. Seperti rumput laut misalkan.

Produk olahan rumput laut banyak dijual di toko swalayan. Namun sayangnya, produk tersebut masih import. Ke depan, lanjutnya, rumput laut harus diolah sendiri agar memiliki nilai tambah. 

"Begitu juga dengan produk lain seperti ikan. Kalau harga awalnya Rp30 ribu perkilo, dengan diolah menjadi sarden, abon, kripik, maka ikan perkilo harganya bisa meningkat menjadi Rp150 ribu," jelasnya.

Direktur Pemasaran KKP RI, Machmud, SP, M.Sc, yang juga hadir dalam webinar tersebut memberikan apresiasi kepada PB PMII. Menurutnya, webinar tersebut sudah sangat tepat ditujukan kepada UMKM perikanan. Sebab, jumlah UMKM perikanan mendominasi industri pengolahan ikan.

"98,46 persen industri pengolahan ikan itu usaha kecil menengah. Jadi hanya 1,54 persen saha usaha menengah besar," ungkapnya.

Disampaikan, orientasi produk perikanan di era new normal yakni menyiapkan online sistem dengan digital marketting. Dalam pemasaran, pelaku usaha harus memperhatikan produknya.

Produk sehat dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh (go hygene, go fresh, quality and  safety). Siap masak, siap saji, ukuran, kemasan dan lebel. Tersedia setiap saat, akses muda dan cepat. Harga terjangkau dan kompetitif.

Dia juga menyampaikan aplikasi gemar ikan. Sebuah aplikasi yang digunakan untuk memasarkan produk perikanan. Aplikasi tersebut memuat beberpa hal. Seperti katalog ikan, resep, dan info-info lainnya.

"Promosi melalui media digital juga perlu membuat video branding dari setiap produk," terangnya.

Machmud juga mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki gerakan pasar laut Indonesia. Ada sekitar 1.400 UMKM binaan yang memasarkan produk di dalamnya.

"Bagi semua pelaku usaha bisa ikut. Silahkan daftar saja, nanti kita akan sama-sama mendapatkan manfaatnya terkait promosi dan pemberdayaan untuk UMKM," tambahnya.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *