PB PMII Apresiasi Menhan Prabowo atas Prestasi Militer Indonesia sebagai Peringkat 16 Dunia

Jakarta, PB PMII-Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Bidang Pertahanan dan Keamanan mengapresiasi Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto atas prestasi Indonesia sebagai negara dengan kekuatan militer peringkat teratas tingkat Asia Tenggara yakni urutan ke-16 dari 140 negara-negara di dunia.


Standarisasinya poin 0,0000 dinilai sempurna dan kekuatan militer Indonesia memperoleh skor power index sebesar 0,2684 pada pemeringkatan terbaru tanggal 3 Maret. Lebih dari 50 faktor menjadi dasar penentuan skor power indeks sebuah negara oleh Global Firepower. Tidak hanya kekuatan militer, keuangan dan kemampuan logistik serta geografi menjadi klasifikasi dalam pemeringkatan ini.


Ketua PB PMII Bidang Pertahanan dan Keamanan, Arsyad, mengatakan,  yang diraih oleh Indonesia harus diapresiasi karena pencapaian yang sangat luar biasa. Menurutnya, hal ini pun menjadi bukti bahwa Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan sangat serius bekerja untuk memajukan dan memperkuat pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


"Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan di bawah Pak Prabowo Subianto di saat yang sama juga terus melakukan upaya modernisasi alutsista, juga berupaya memperbesar dan memperkuat TNI melalui pembentukan komponen cadangan TNI yang ditetapkan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu,” ujar Arsyad melalui pesan singkat kepada PMII.ID, Kamis (14/10/2021).


Arsyad  menambahkan, kekuatan militer Indonesia memperoleh skor sebesar 0,2684 poin dari Global Firepower. Dengan jumlah angka kemenangan tersebut menunjukan kekuatan militer Indonesia hampir serupa dengan kekuatan militer negara maju lainnya.


Menurut Arsyad, PB PMII siap membantu pemerintah atau dalam hal ini adalah Kementerian Pertahanan dalam hal memajukan dan modernisasi pertahanan Indonesia. Sebagai kelompok terpelajar, PMII siap untuk bersama dalam mengembangkan kader bela negara.


“Kami juga memberikan saran kepada Pak Prabowo agar melakukan penguatan militer, juga harus diintegrasikan dengan penguatan di bidang cyber dan kedaulatan sipil,” ujarnya. 

39 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *