PB PMII Desak BRIN Mempercepat Pembangunan PLTN di Indonesia

** 

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia mendesak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali segera melanjutkan program pembangunan Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. 

Ketua Bidang Teknologi dan Digital PB PMII  Mu'ammar Kadafi menilai bahwa kebutuhan pasokan listrik di Indonesia belum merata dan mencukupi, terlebih diluar pulau Jawa. 

Para pemimpin negara-negara G20 di Roma sepakat untuk bekerja keras mencapai netralitas karbon selambat-lambatnya pada pertengahan abad ini dan berjanji untuk mengakhiri pembiayaan bagi pembangkit batu bara di luar negeri pada akhir tahun 2021 ini. Hal ini mempunyai implikasi bahwa akan terjadi krisis energi di masa yang akan datang dan Indonesia tidak segera mengambil langkah untuk menggunakan Energi Baru Terbarukan, maka pasokan energi listrik  baik secara nasional maupun lokal (pulau-pulau yang tidak terkoneksi dengan jaringan listrik Jawa bali dan sumatera) akan semakin mengkhawatirkan, hal itu terbukti dengan maraknya pemadaman bergilir dan listrik sering terjadi breakdown, belum lagi beberapa wilayah perbatasan yang masih mengimpor listrik dari luar negeri.

Salah satu contoh wacana pembangunan PLTN di Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat sampai saat ini belum ~membuahkan hasil yang dapat dinikmati masyarakat lokal,  maka dengan ini PB PMII mendesak BRIN segera menyelesaikan tugasnya. 

Kadafi juga menegaskan dengan hadirnya PLTN akan berdampak positif bagi masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi akan sangat diuntungkan. PLTN bisa menjawab masalah-masalah yang ada saat ini, dan pasokan listrik sangat melimpah kedepannya,  tidak perlu lagi mengimpor dari luar,  lebih-lebih Indonesia yang mengekspor listrik ke luar.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *