PB PMII Diskusikan Arah Strategis dan Kerangka Kebijakan Kaderisasi

Jakarta, PMII.ID-Bidang Kaderisasi Nasional Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kaderisasi dan Paradigma di Resto Handayani Matraman, Jakarta Timur, Jumat (14/10/2022). Pada kesempatan ini, para pengurus harian PB PMII dan para begawan pengkader PMII lintas zaman mendiskusikan arah strategis kebijakan kaderisasi.

Ketua Kaderisasi Nasional PB PMII Fachrurizal mengatakan, diskusi terkait paradigma dilakukan untuk merancang kembali arah strategis kaderisasi dan kerangka kebijakan kaderisasi PMII. Menurutnya, pada diskusi itu juga dibahas mengenai kaderisasi sebagai alat perjuangan kolektif organisasi.

PB PMII memandang bahwa kaderisasi harus mendorong tujuan dan target gerakan PMII yang diwujudkan dengan adanya kontribusi nyata kader PMII untuk bangsa dan negara. Pada proses pengkaderan itu lah, sedianya PMII dapat mencetak SDM yang mampu mengemban amanah dan nilai-nilai juang organisasi.

"Jadi kalaulah target gerakan PMII mencapai cita-cita negara sebagaimana pasal 4 Anggaran Dasar PMII. Maka kaderisasi sebagai salah satu komponen strategis di PMII harus mendorong tujuan dan target gerakan PMII tersebut. Di mana kader PMII dibekali melalui perangkat pengkaderan ini, untuk siap mengemban tugas perjuangan dan target-target perjuangan organisasi," katanya.

Pria yang biasa disapa Fras ini menambahkan, diskusi terkait paradigma juga didasarkan pada peranannya sebagai alat analisa masalah-masalah sosial yang dihadapi kader-kader PMII, NU dan bangsa Indonesia pada umumnya. Tidak hanya untuk masa kini, namun juga berlaku untuk masa yang akan datang.

"Kenapa penting membaca alur perubahan dan situasi ketidakadilan?Karena mengetahui pihak-pihak yang terlibat dalam sebuah dinamika dapat memperjelas arah perencanaan organisasi ke depan," tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri mengatakan, diskusi terkait kaderisasi dan paradigma dilakukan sebagai upaya merelevansikan ulang PMII dari sudut pandang kaderisasi dalam konteks pemuda masa kini. Paradigma menjadi sangat penting untuk dibicarakan mengingat zaman yang selalu mengalami perubahan, termasuk di dalamnya adalah periodisasi kepengurusan organisasi PMII. Sehingga menurut Gus Abe, sistem kaderisasi harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan zaman tersebut.

"Jadi tanpa merubah jati dirinya. Metode kaderisasi PMII harus disesuaikan untuk kebutuhan zaman pada hari ini, baik dari substansialis maupun dari sisi filosofis. Artinya bagaimana ruh dan tujuan besarnya sampai kemudian ke hilirnya," tegasnya.

Sebagai informasi bahwa FGD ini dihadiri oleh beberapa unsur sebagai studi komparatif terhadap tema yang sedang dibahas. Adapun unsur-unsur sebagaimana dimaksud yaitu Majlis Pembima Nasional PB PMII, PB IKA PMII, Ketua Kaderisasi Nasional tahun 80-an akhir, Ketua Kaderisasi Nasional tahun 1990-an, Ketua Kaderisasi Nasional 2014-2017 dan Badan Pengurus Harian PB PMII Masa Khidmat 2021-2024.

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori

1 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *