Pengetahuan dan Keterampilan Jadi Modal Dasar Kader PMII di Semua Tingkatan

Jakarta, PB PMII-Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meminta kepada kader-kader PMII di semua tingkatan untuk dapat mengembangkan diri, sebagai aktivis, kader PMII dituntut memiliki keterampilan. Ilmu pengetahuan menjadi modal dasar kader PMII untuk memperkuat keterampilan yang akan menjadi fokus setiap kader.

“Saya berpesan kepada kader-kader PMII untuk dapat mengembangkan diri masing-masing sebagai aktivis yang secara ideologi kebangsaan selesai, ideologi keislaman Ahlussunnah Wal Jama'ah An Nahdliyah selesai, namun tidak lupa pula harus dilengkapi dengan skill kemampuan dan ilmu pengetahuan yang spesifik dan mendalam,” kata Gus Abe, saat menyampaikan sambutan pada Pelantikan PC PMII Cirebon, Ahad (17/10/2021) lalu.

Gus Abe menegaskan, aksi-aksi di jalanan yang melekat pada aktivis tahun 60 dan 90-an kini tidak begitu relevan untuk difokuskan. Sebab, perkembangan zaman yang begitu signifikan telah membentuk peradaban baru di lingkungan aktivis PMII.

“Misalnya, pada era 90-an, tidak keren kalau tidak ke turun jalan. Karena kebutuhan zaman saat itu adalah melawan Orde Baru,” tuturnya.

Pelantikan PMII Cirebon 2021-2022 berlangsung di Islamic Center At Taqwa dengan mengusung tema ‘Eskalasi Digitalisasi PMII Cirebon dalam Pembangunan Daerah’.

Ketua PMII Cabang Cirebon, Alisa Riska Maulidiya mengatakan, PMII merupakan organisasi besar yang menjadi wadah mahasiswa dalam berproses membentuk karakter dan meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya. Mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis dan mampu bertransformasi menjawab tantangan zaman

“Maka ini akan menjadi momentum bersama dalam membangun peradaban baru yang kita cita-citakan bersama PMII yang progresif mampu menjawab tantangan zaman di era digitalisasi ini untuk berkontribusi aktif dalam membangun daerah,” ucap Riska.


Penyunting: Abdul Rahman Ahdori


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *