Oleh: Muhammad Anwarul 'Izzat
Wasekjen PB PMII Bidang Kaderisasi Nasional
PMII.ID - Setiap 12 November, bangsa ini memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) sebagai momentum mengingat kembali betapa pentingnya kesehatan sebagai dasar kemajuan peradaban. Bagi kami, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), HKN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang reflektif untuk menakar sejauh mana nilai-nilai pergerakan turut memberi warna dalam pembangunan kesehatan bangsa.
Kesehatan tidak berdiri sendiri. Ia terkait erat dengan keadilan sosial, pemerataan akses, dan kesadaran kritis masyarakat. Dalam perspektif pergerakan, kesehatan adalah bagian dari perjuangan kemanusiaan di mana tubuh manusia bukan sekadar objek kebijakan, tetapi subjek yang harus berdaya dalam menentukan arah hidupnya. Maka, ketika kita berbicara tentang “Indonesia Sehat”, sejatinya kita sedang berbicara tentang kemandirian rakyat dalam mengelola tubuh, lingkungan, dan kehidupan sosialnya.
Sebagai kader PMII yang berpijak pada nilai Hablum Minannas dan semangat al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah, refleksi HKN menjadi panggilan moral untuk mengawal keadilan dalam kebijakan kesehatan. Kita menyaksikan bagaimana UU Kesehatan baru, sistem JKN, hingga kebijakan pemerataan tenaga kesehatan masih menyisakan ruang kritik. Di sinilah PMII mesti hadir, bukan sekadar sebagai pengkritik, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran publik dan mitra transformasi sosial.
HKN tahun ini semestinya menjadi ajang bagi kader PMII untuk meneguhkan peran dalam gerakan kesehatan masyarakat: menjadi agen edukasi di akar rumput, menjadi penyambung suara rakyat dalam advokasi kebijakan, dan menjadi jembatan ilmu serta empati antara dunia kampus dan realitas sosial.
Kesehatan bukan hanya urusan medis, tetapi juga urusan nilai, budaya, dan politik kesejahteraan. Oleh sebab itu, kader PMII harus memandang kesehatan sebagai bagian dari perjuangan menegakkan kemaslahatan umat dan keadilan sosial, sesuai dengan semangat Era Baru PMII hari ini: menerangi zaman, menggerakkan perubahan sosial, dan memimpin peradaban.
Selamat Hari Kesehatan Nasional.
Dari ruang kaderisasi hingga pelosok desa, mari terus hidupkan semangat pergerakan untuk kesehatan bangsa. Karena sejatinya, kesehatan adalah bagian dari jihad kemanusiaan.