Refleksi World Mental Health Day: Kader Berdaya, Kader Melek Kesehatan Mental

Masyarakat di berbagai belahan dunia sedang memperingati Hari Kesehatan Mental (Mental Health Day) yang jatuh pada tanggal 10 Oktober. Momentum ini semakin terasa tatkala kita sendiri tengah dihadapkan pada situasi tidak normal—pandemi Covid-19.

Tidak dipungkiri bahwa beberapa tahun terakhir isu kesehatan mental pun semakin masif diperbincangkan. Salah satu indikator yang muncul yaitu semakin banyak orang yang mulai tahu dan familiar dengan pembahasan kesmen itu sendiri. Kondisi tersebut mestinya tidak membuat peringatan Hari Kesehatan Mental Dunia hanya sebatas eforia belaka, apalagi hanya dirayakan oleh mereka yang tertarik dengan isu spesifik ini. Sejarah panjang munculnya World Mental Health Day pastinya bisa dijadikan sebagai bahan refleksi tersendiri bagi setiap orang: apakah kita sudah menjadi individu yang sehat mental?  Apakah kita sudah benar-benar merdeka secara pikir, serta peduli terhadap persoalan kesehatan mental dalam diri? Ya,membebaskan pikiran dari hal-hal yang membelenggu, seperti asumsi negatif,persepsi buruk, dan prasangka merupakan bagian dari upaya memelihara kesehatan mental itu sendiri.

Paulo Freire pernah berkata bahwa eksistensi kita sebagai manusia adalah merdeka dari segala bentuk penindasan dan segala sistem yang membelenggu. Dalam konteks mikro,hal ini bisa kita refleksikan ke dalam diri sendiri: sejauh mana kita memiliki kesadaran pentingnya memahami diri sendiri? Termasuk kemampuan self-control terhadap mental kita.

Kader PMII: Melek Kesehatan Mental.

Sehat mental bukan hanya sekedar tahu bahwa kita terhindar dari penyakit jiwa, tetapi bagaimana kita memahami tiga aspek, yaitu adaptasi, optimalisasi potensi, dan harmonisasi jiwa agar bahagia. (1) Mampu beradaptasi dengan lingkungan. Dalam kehidupan sehari-hari, kader PMII mestinya memiliki kemampuan adaptif yang tinggi terhadap bermacam situasi yang dihadapi. Baik di lingkup kampus sebagai wadah asah kemampuan berpikir, maupun di masyarakat tempat pengbdian yang nyata. Hal ini merupakan hasil dari proses mental yang selama ini dialami dalam pendidikan kader di setiap jenjangnya.  (2) Dapat memanfaatkan potensi dalam diri secara optimal. Kader biru kuning dimanapun berada, dengan latar belakang masing-masing diharapkan mampu mengetahui dan mengoptimalkan potensi dalam diri sehingga dapat bermanfaat untuk lebih banyak pihak. Potensi yang terasah dengan baik akan menjadi bekal untuk berkiprah sesuai bidangnya. (3) Mencapai harmonisasi jiwa yang membawa kebahagiaan hidup. Salah satu indikator kita aware terhadap kondisi mental yaitu mampu menerima segala perasaan/emosi yang ada dan berusaha untuk tidak menghakimi diri sendiri. Kader PMII diharapkan mampu menjadi pribadi yang peka, mampu merasakan, dan menemukan makna untuk kesejahteraan psikologis dalam diri. 

Selanjutnya, salah satu wujud syukur bahwa kita adalah makhluk Tuhan yang dikaruni seperangkat fisik dan mental adalah dengan menjaganya. Fungsi biologis pada fisik juga harus diselaraskan dengan fungsi psikologis, agar mampu menjadi individu yang berdaya. Demikian halnya kader biru kuning, sebagai individu yang pernah dibaiat seiya sekata untuk menjadi bagian dari proses panjang pergerakan, sudah semestinya memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kondisi mental. Kemampuan berpikir,merasa, dan bertindak sesuai dengan nilai dasar pergerakan tentu tidak lepas dari bagaimana kemampuan manajemen diri itu sendiri.

Dengan memahami emosi, kondisi diri,dan aspek internal lainnya, diharapkan para kader biru kuning ini mampu menjadi individu yang berdaya dan memberdayakan. Sekali lagi, salah satu hal mendasar yang harus dimiliki oleh kader PMII dimanapun berada adalah “melek soal kesehatan mental”. Melalui kesadaran tersebut, diharapkan mampu memahami diri sendiri pada khususnya dan organisasi pada umumnya sehingga bisa menjadi kader yang berdaya. Kader berdaya, Biru Kuning Berjaya. Salam pergerakan!


Ditulis oleh Rizqi Karomatul Khoiroh, Direktur Lembaga Profesi Psikolog dan Konselor PB PMII.


2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *