September Bergerak, PMII Kepung Istana Gagalkan Kebijakan Kenaikan Harga BBM

Jakarta, PMII.ID-Kebijakan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah pada Sabtu (2/9/2022) di tengah situasi perekonomian negara yang belum pulih akibat Covid-19, semakin memperkuat adanya relasi kuasa yang tidak pro terhadap kepentingan masyarakat secara luas. Padahal, belum lama ini, pemerintah telah menyampaikan komitmennya terhadap upaya memulihkan ekonomi secara nasional; yang meliputi: peningkatan konsumsi, peningkatan aktivitas dunia usaha dan ekspansi moneter. 

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) memandang bahwa kebijakan menaikan harga BBM secara otomatis akan menggagalkan tiga rencana besar yang sudah disampaikan pemerintah tersebut. Di lain sisi, kenaikan harga BBM memiliki dampak yang sangat buruk untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah, sebab kenaikan harga BBM akan diikuti oleh tingginya kebutuhan pokok sebagai komoditas dasar.

Selain itu, PB PMII menilai, tingginya harga BBM akan mempercepat inflasi dengan berkontribusi pada bertambahnya masyarakat miskin di Indonesia. Begitupun dengan perputaran roda perekonomian nasional, misalnya pada sektor transportasi, industri, pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata dan lain-lain, jelas akan terganggu. 

Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, PB PMII menyatakan menolak secara tegas keputusan pemerintah yang menaikan harga BBM. PB PMII mendesak pemerintah agar serius menyelesaikan persoalan mafia BBM dengan menetapkan kebijakan subsidi tepat sasaran dan mendorong pemerintah untuk melibatkan masyarakat ketika proses penyaluran BBM bersubsidi. Aksi penolakan kenaikan BBM yang diberi nama September Bergerak ini akan dilakukan di Jakarta, dimulai pada Senin (5/9/2022) sampai pada adanya kebijakan lain dari pemerintah yang mendorong adanya subsidi BBM bagi masyarakat menengah ke bawah.

Bagi PB PMII, kenaikan harga BBM dengan alasan mengalihkan subsidi, sangat tidak tepat. Kebijakan yang tidak merugikan masyarakat masih bisa dipilih dan digunakan pemerintah untuk menutupi subsidi BBM tersebut. Salah satu contoh yaitu dengan mengawasi distribusi penerima manfaat BBM bersubsidi, jangan sampai penggunaanya tidak tepat sasaran. Dalam konteks ini, pemerintah harus memberantas mafia BBM bersubsidi yang telah merugikan dan menyengsarakan masyarakat. 

Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri mengatakan, sejak adanya wacana kenaikan BBM oleh pemerintah, PB PMII telah melakukan konsolidasi dengan seluruh pimpinan PMII se-Indonesia. Menurutnya, upaya itu dilakukan sebagai wujud pengabdian PMII kepada bangsa, dan negara.

Dalam konteks ini, katanya, PB PMII ingin membela masyarakat kecil yang akan terkena dampak dari kebijakan  pemerintah tersebut. Abe menambahkan, jutaan kader PMII akan mengepung istana untuk menuntut Presiden agar mencabut kebijakan yang tidak pro terhadap kemasalahatan rakyat secara luas.
 
“Kami PB PMII memiliki alasan yang logis, mengapa kebijakan ini harus dibatalkan. Bagi PMII, masyarakat adalah fondasi penting sebagai penyangga ekonomi negara. Oleh karena itu, di tengah banyaknya masalah yang dihadapi, masyarakat membutuhkan kebijakan yang adil dan merata. Jangan sampai kebijakan negara ini justru membunuh masyarakatnya sendiri,” tutur Abe.

Abe menyampaikan bahwa PB PMII siap mengawal kebijakan ini sampai dengan tuntas, artinya, bila tuntutan PB PMII tidak mendapatkan respons dari pemerintah. PB PMII akan menggalang kekuatan dari semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama menyampaikan keberatan atas kebijakan yang diputuskan pemerintah.

Sebagai informasi bahwa pemerintah telah menaikan harga BBM pada Sabtu (3/9/2022) lalu, jenis BBM yang mengalami kenaikan antara lain; pertalite yang semula dipatok Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, solar semula Rp 5.150 per liter menjadi 6.800 per liter, dan pertamax dari Rp 12.500 menjadi 14.500 per liter. Tingginya kenaikan BBM tersebut berpotensi memunculkan dampak yang lebih buruk, yang  akan merugikan masyarakat menengah ke bawah.
 
********************
Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII)
Jl. Salemba Tengah, No 57 A, Senen, Jakarta Pusat.
 
Narahubung:
081514584850/Hamas Nahdly: Wakil Sekretaris Jendral Bidang Media dan Opini  Publik PB PMII

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *