Jombang – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Dr. Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., menegaskan pentingnya peran PMII dalam menyiapkan kader yang mampu mengambil tanggung jawab strategis bagi Nahdlatul Ulama (NU) dan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Cak Imin dalam kegiatan Bedah Buku dan Diskusi Gerakan Islam di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).
Dalam forum tersebut, Cak Imin menyampaikan pesan yang menghubungkan kekuatan kaderisasi PMII dengan masa depan NU dan Indonesia.
“Selamatkan Indonesia melalui NU menggunakan PMII,” ujar Cak Imin.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu gagasan penting dalam forum yang membicarakan perjalanan kader dan alumni PMII dari ruang pergerakan menuju ruang kepemimpinan.
Kegiatan tersebut membedah buku berjudul Dari Pergerakan Menuju Kepemimpinan: Jejak Langkah Alumni PMII di Panggung Politik, Akademik, dan Kemasyarakatan, karya Fathan Subchi dkk.
Ketua Panitia Bedah Buku sekaligus editor buku, M. Sholeh Basyari, menjelaskan melalui kata pengantar buku bahwa karya tersebut lahir dari ajakan kepada alumni PMII dari berbagai angkatan, wilayah, dan latar belakang profesi untuk menuliskan gagasan, kegelisahan, serta harapan mereka mengenai arah Nahdlatul Ulama memasuki abad kedua dan peran alumni PMII di dalamnya.
Antusiasme para alumni dalam penyusunan buku tersebut terbilang besar. Lebih dari 50 alumni PMII dari berbagai penjuru Nusantara menyumbangkan tulisan dengan latar belakang profesi yang beragam.
Para penulis berasal dari kalangan guru besar dan akademisi, anggota DPR maupun DPD RI, pejabat publik, kiai dan pengasuh pesantren, aktivis hingga pengurus organisasi. Keragaman tersebut turut membentuk corak tulisan yang berbeda, mulai dari analisis akademik, gagasan kebijakan, refleksi keagamaan hingga pengalaman personal selama berproses di PMII.
Buku tersebut sekaligus merekam bagaimana kader PMII bergerak dari ruang kaderisasi menuju berbagai medan pengabdian di tengah masyarakat.
Tema “dari pergerakan menuju kepemimpinan” menunjukkan bahwa perjalanan seorang kader tidak berhenti setelah masa kemahasiswaan. Pengalaman berorganisasi menjadi bagian dari proses pembentukan kapasitas sebelum kader memasuki ruang politik, pemerintahan, akademik, keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
Dalam konteks itulah narasi Cak Imin mengenai “Selamatkan Indonesia melalui NU menggunakan PMII” memperoleh relevansi. PMII ditempatkan sebagai ruang kaderisasi yang mempersiapkan generasi muda untuk membawa nilai dan tradisi NU ke berbagai ruang pengabdian.
Tantangan tersebut semakin besar di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi dan politik, serta persoalan kebangsaan yang semakin kompleks. Kader PMII tidak cukup berhenti pada identitas organisasi, tetapi dituntut mempunyai kapasitas, integritas dan kemampuan membaca kebutuhan masyarakat.
Bedah buku tersebut pada akhirnya tidak hanya merekam keberhasilan alumni yang telah menempati berbagai ruang kepemimpinan. Forum itu juga menjadi ruang refleksi bagi kader PMII hari ini mengenai arah pergerakan dan tanggung jawab yang akan mereka emban pada masa mendatang.
Melalui perjalanan dari pergerakan menuju kepemimpinan, PMII diharapkan terus melahirkan kader yang mampu membawa nilai-nilai NU dalam kerja nyata untuk masyarakat, bangsa dan negara.
Kontributor: Nuril Hidayah, Kaderisasi PKC Jawa Timur . Foto: Dok PB PMII.